Catatan Hampa
Jarum jam masih menunjukan pukul 04.30. Tapi bumi saat itu
tak berhenti mengeluarkan air matanya. Sedangkan aku hanya terdiam, duduk
didepan manusia yang sudah dingin tak bernafas. Semua yang HIDUP pasti akan
MATI
Samarinda, 25 Agustus 2011
"Dek, nanti kakak bawa kamu nonton di XXI. Ada film baru kan ?" Ajaknya padaku. Saat itu aku baru pulang sekolah. Setelah UAS tadi aku langsung kerumah sakit. Menemani kakakku yang sudah beberapa minggu berada dirumah sakit. Mendengar tawarannya itu aku hanya tersenyum sambil membersihkan darah yang ada ditubuhnya. Yah, karna efek obat ia menjadi gatal dan kakakku yang tak tahan menggaruknya hingga berdarah. Seragam Putih Hijau masih kukenakan, sedangkan orang-orang dirumah sakit menanyakan bagaimana Ujianku tadi. Seharusnya mereka lebih mengutamakan kakak, bukan aku. Aku baik-baik saja. Kak, aku kangen ke Bioskop sama kakak. Waktu kakak belikan aku popcorn caramel favoritku. Aku kangen itu, kakak cepet sembuh yah
Samarinda, 27 Agustus 2011
"Ginjalnya sudah tak berfungsi. Ia harus menjalani cuci darah seminggu 3 kali. Mengingat keadaannya yang semakin buruk. Mungkin jadwalnya akan ditambah. Andai saja ada yang mendonorkan salah satu ginjal untuknya. Mungkin ia tak akan menderita sehebat ini" Kata-kata dokter itu terdengar ditelingaku saat tanpa sengaja aku melewati ruangan dokter. Gagak Ginjal, tebakku dalam hati. Tanpa sadar aku menitikkan air mata. Aku tak tahan melihat kakakku satu-satunya menderita begitu dasyat ! Tanpa babibu aku langsung masuk keruangan dokter "Gunakan satu ginjal saya dok !"
Samarinda, 30 Agustus 2011
"Oprasi berjalan baik, tapi kenapa ginjalnya masih tak berfungsi ? Padahal ginjal anak itu sangat baik. Keadaannya sudah terlampau parah. Kita hanya bisa berdoa" Suara dokter itu terdengar jelas digendang telingaku. Aku baru saja menjalani oprasi transpalasi ginjal. Nyeri bekas oprasi tak aku rasakan saat melihat kakakku yang baru saja dioprasi langsung masuk ke ruang ICU. Kakak ! I can't life with you !
Samarinda, 1 September 2011
Air hujan tak berhenti membasahi bumi. Sedangkan rumah ini semakin lama semakin ramai. Ditengah ruangan terbaring manusia yang sudah dingin dan tak bernafas. Aahhhh ! Aku terdiam bisu saat yang lain menangis. Aku jengkel disaat yang lain berduka. Batinku berteriak pada dia yang sedang tidur. Kak ! Bangun ! Hari sudah siang ! Mana janjimu kak !? Mana ? Aku ingin kita jalan ke Moll, main di Fun City, Nonton film berdua di XXI. Aku ingin masa-masa yang dulu ! Kakak ! aku mohon bangun kak ! Jangan tidur ! Seperempat tubuhku ada ditubuhmu ! Kak ! Bangun kak ! Ambil darahku, ginjalku, jantungku, hatiku tapi aku mohon kak ! Jangan pergi !
Samarinda, 25 Agustus 2011
"Dek, nanti kakak bawa kamu nonton di XXI. Ada film baru kan ?" Ajaknya padaku. Saat itu aku baru pulang sekolah. Setelah UAS tadi aku langsung kerumah sakit. Menemani kakakku yang sudah beberapa minggu berada dirumah sakit. Mendengar tawarannya itu aku hanya tersenyum sambil membersihkan darah yang ada ditubuhnya. Yah, karna efek obat ia menjadi gatal dan kakakku yang tak tahan menggaruknya hingga berdarah. Seragam Putih Hijau masih kukenakan, sedangkan orang-orang dirumah sakit menanyakan bagaimana Ujianku tadi. Seharusnya mereka lebih mengutamakan kakak, bukan aku. Aku baik-baik saja. Kak, aku kangen ke Bioskop sama kakak. Waktu kakak belikan aku popcorn caramel favoritku. Aku kangen itu, kakak cepet sembuh yah
Samarinda, 27 Agustus 2011
"Ginjalnya sudah tak berfungsi. Ia harus menjalani cuci darah seminggu 3 kali. Mengingat keadaannya yang semakin buruk. Mungkin jadwalnya akan ditambah. Andai saja ada yang mendonorkan salah satu ginjal untuknya. Mungkin ia tak akan menderita sehebat ini" Kata-kata dokter itu terdengar ditelingaku saat tanpa sengaja aku melewati ruangan dokter. Gagak Ginjal, tebakku dalam hati. Tanpa sadar aku menitikkan air mata. Aku tak tahan melihat kakakku satu-satunya menderita begitu dasyat ! Tanpa babibu aku langsung masuk keruangan dokter "Gunakan satu ginjal saya dok !"
Samarinda, 30 Agustus 2011
"Oprasi berjalan baik, tapi kenapa ginjalnya masih tak berfungsi ? Padahal ginjal anak itu sangat baik. Keadaannya sudah terlampau parah. Kita hanya bisa berdoa" Suara dokter itu terdengar jelas digendang telingaku. Aku baru saja menjalani oprasi transpalasi ginjal. Nyeri bekas oprasi tak aku rasakan saat melihat kakakku yang baru saja dioprasi langsung masuk ke ruang ICU. Kakak ! I can't life with you !
Samarinda, 1 September 2011
Air hujan tak berhenti membasahi bumi. Sedangkan rumah ini semakin lama semakin ramai. Ditengah ruangan terbaring manusia yang sudah dingin dan tak bernafas. Aahhhh ! Aku terdiam bisu saat yang lain menangis. Aku jengkel disaat yang lain berduka. Batinku berteriak pada dia yang sedang tidur. Kak ! Bangun ! Hari sudah siang ! Mana janjimu kak !? Mana ? Aku ingin kita jalan ke Moll, main di Fun City, Nonton film berdua di XXI. Aku ingin masa-masa yang dulu ! Kakak ! aku mohon bangun kak ! Jangan tidur ! Seperempat tubuhku ada ditubuhmu ! Kak ! Bangun kak ! Ambil darahku, ginjalku, jantungku, hatiku tapi aku mohon kak ! Jangan pergi !
Komentar
Posting Komentar