Untuk Perempuan-Perempuan yang Patah Hati
Kau harus siap menanggung semua resiko yang ada jika akhirnya kau
jatuh cinta seperti orang idiot. Kau harus terluka. Sedemikian rupa. Seperti
orang gila. Wajar kan? Cinta itu apa?
Kau tau dirimu telah terluka. Entah bagaimana caranya dan bagaimana
bisa. Kenapa tak kau lupakan saja? Persetan dengan kenangan. Ya, dirimu tau
kalian pernah berpelukan dan berciuman. Hanya ciuman, hanya sebuah kecupan yang
bisa membuat jantungmu melelah. Dan mati.
Kau seharusnya tau bahwa hatinya itu tidak akan pernah menuju
padamu. Ada seorang perempuan berengsek disana yang selalu berhasil menggeser
posisimu. Hanya dengan... entahlah. Kamu bahkan tak tau bagaimana bisa sosok
yang menjadi priorotasmu itu menyayangi perempuan yang bahkan selalu menyakiti
hatinya.
Kau tak pernah tau bagaiamana jika mereka bersama. Kau harus sadar
bahwa lelaki itu bisa saja memeluk siapapun dan mencumbu siapapun yang dia mau.
Kenyamanan itu hanyalah sebuah belas kasihan dirinya kepada dirimu. Seharusnya
kau menyadari itu. Perempuan itu menyakitinya, lalu ia yang tersakiti akan
berjalan-jalan sejenak. Mencari sebuah pelampiasan. Dan ia melihat dirimu.
Kau bayangkan saja bagaimana para pengadu domba itu tidak pernah
berhenti untuk menyebarkan suatu berita kepada masing-masing pasangan setan
kalian. Kamu dengan lelakimu, dia dengan perempuannya. Cerita yang dibumbui
kelebihan yang manis. Menjadi sebuah kisah klise namun akan membangun emosi
orang yang mendengarnya. Apa yang sebenarnya kau harapkan?
Kau sadari saja bagaimana bisa ia menyakitimu sedemikian rupa. Kau
jatuh cinta padanya, selalu ada untuknya, namun ia lebih memilih wanita yang
tidak pernah memberikannya kepastian.
Kau harus sadar bahwa kau hanya pelampiasan. Bukankah ia sudah
bilang padamu, bukan hanya dari kata-kata, namun juga tindakan. Bahwa ia hanya
kesepian. Pesannya yang jarang dibalas oleh perempuannya. Tidak pernah diberi
kabar oleh perempuannya. Hubungan yang digantung. Ia hanya kesepian dan kau
jadi pelampiasan. Butuh kejelasan apa lagi?
Untuk perempuan-perempuan yang patah hati. Tak perlu kata sabar dan
bertahan diri. Harga dirimu sudah dicampakkan sedemikian rupa oleh lelaki
bajingan yang berfikir bahwa kau hanyalah sebuah tempat dimana ia kesepian.
Sudah waktunya kalian balas dendam.
Komentar
Posting Komentar