Sahabat, Cinta, dan Duka
Lily, siswi yang baru saja naik ke kelas XII itu hanya terdiam di
belakang sekolah sambil berkali-kali manatap dua kalung yang berbeda liontin
itu. sejak minggu lalu ia hanya berdiam diri disekolah.Teman-temannya sudah kehilangan
sosok Lily yang ceria, murah senyum, baik, dan peduli sesama.Semua hilang
bersama perginya Awan.
6
tahun yang lalu
“Awan ... jangan tinggalin aku !!!”
teriak seorang gadis kecil sambil mengejar anak laki-laki yang tengah berlari
di sawah.Lily menaikkan roknya dan mulai berlari mengejar sahabatnya
itu.Sedangkan Awan hanya tertawa sambil terus berlari.Lily berhenti sejenak
sambil mencari akal.Tak lama ia mendapatkan ide agar Awan berhenti berlari dan
mendatanginya tanpa disuruh.
“Aaaaaaa Ularrrrr !!!!” teriak Lily
sambil menjatuhkan dirinya sendiri di pinggir sawah.Awan yang tadi berlari
berhenti dan menoleh ke arah Lily yang tampak tak sadarkan diri itu.Dengan
cepat Awan kembali mendatangi Lily.
“Ly, kamu kenapa Ly ? bangun ly !”
teriak Awan sambil menggerakkan tubuh Lily.Lily tetap diam tak bergerak hingga
membuat Awan berteriak meminta tolong.Setelah berteriak Lily langsung menutup
mulut Awan.
“Sssstttt ... diam, aku cuma becanda
kok” kata Lily yang langsung bangun hingga membuat Awan bingung dan kesal.
“Lilyyyyy .......!!!!!!” Teriak Awan
kesal pada Lily.Awan mendorong Lily ke dalam sawah yang baru selesai dipanen
dan langsung melempar lumpur ke arah Lily.Lily menatap Awan dengan kesal.
“Awannnnnn ....!!! aku gak suka
lumpur !!!” teriak Lily pada Awan.Awan tak peduli pada teriakan Lily dan terus
melemperanya dengan lumpur.Lily semakin kesal hingga akhirnya membalas dengan
melempar Awan dengan lumpur.Tanpa mereka sadari mereka sudah berperang lumpur
dengan serunya.
Awan, sahabat terbaik Lily dan tak
mungkin terpisahkan ini berawal dari keakraban orang tua mereka.Anak laki-laki
yang berumur 10 tahun itu memiliki ciri khas,yaitu bola mata berwarna coklat.Anak
laki-laki ini juga telah membuat hidup Lily lebih berwarna.Canda tawa dan
tingkahnya selalu dapat membuat Lily tersenyum.Begitu juga Lily, gadis kecil
yang seusia dengan Awan ini selalu dapat menarik perhatian Awan.Dengan kerudung
kecil yang selalu ia kenakan semakin membuatnya menarik walau selepas bermain
pastilah kerudung itu akan berantakan.Mereka adalah sahabat sejati.
“Eett dah, sawah mau dibajak malah
dimainin !” teriak Pak Dodo dari pembajak sawah.Lily dan Awan menoleh pada Pak
Dodo dan berlari karna takut dimarahi oleh Pak Dodo sambil tertawa.Awan menarik
tangan Lily sedangkan Lily hanya bingung dengan Awan yang membawanya entah
kemana.
“Awan, kita mau kemana?” tanya Lily
pada Awan.
“Sudah ikut aja” kata Awan.
Lily hanya terdiam dan mengikuti Awan.Badan mereka yang lengket
karna lumpur mulai membuat Lily mangaduh.Awan hanya tersenyum pada Lily sambil
terus menarik tangan Lily.Tak berapa lama Awan menutup mata Lily, gadis itu
tampak heran dan bingung.
“Kenapa nih Wan?” Tanya Lily pada
Awan.
“Sudah deh ikutin aja, nah sekarang
kamu liat deh” kata Awan sambil perlahan-lahan membuka mata gadis itu.Lily yang
melihat hal itu hanya berdecak kagum.Selama ini ia tak tau bahwa ada panorama
seindah ini di kampungnya.Sedangkan Awan hanya tersenyum sambil terus
menggenggam tangan Lily.Tak lama Awan mendorong Lily kedalam sungai dengan air terjun
yang indah itu.Awanpun ikut masuk ke dalam sungai dan mereka akhirnya asik
bermain air sambil membersihkan tubuh dari lumpur.
“Oh iya Wan, aku mau kasih tau
sesuatu sama kamu” Kata Lily sambil mengguyur tubuhnya di sungai itu
“Apa Ly?” balas Awan.
“Besok ... kita gak bisa main
sama-sama lagi” Kata Lily sambil menunduk.
“Kenapa?” tanya Awan
“Nanti juga kau akan tau” jawab Lily.
Awan
hanya terdiam.Tak lama adzan dari suraupun terdengar mereka akhirnya pulang
kerumah mereka masing-masing.
***
“Lily ..” Awan memanggil Lily
dirumahnya.Berkali-kali ia memanggil Lily dirumah itu tapi tak ada yang
menyahut.Ia mengintip di sela jendela, Ia melihat rumah Lily dalam keadaan
kosong.Kemana Lily? Tanyanya dalam hati.Tak lama, tetangga Lily
menghampirinya dan memberikannya sebuah surat.Surat dari Lily untuk Awan.Awan
segera membukanya dan membacanya.
Teruntuk sahabatku,
Awan
Awan, aku minta maaf karna aku tak memberi tahumu bahwa aku
sekeluarga akan pindah ke kota malam ini juga.Abiku mendapatkan pekerjaan tetap
di Samarinda dan aku juga akan dimasukkan ke sekolah Madrasah terbaik disana,
jadi aku dan keluargaku harus pindah malam ini juga.Awan, aku harap kamu mau
memaafkan.Awan, kau sahabat terbaikku.Sahabat terbaikku selama di Kecamatan
Kota Bangun ini.Awan, aku harap suatu saat nanti kita akan bertemu
kembali.Entah itu dimana aku harap kita akan bertemu.Sebagai gantinya aku
berikan kalung ini,kalung berliontin kuncup bunga Lily ini akan menemanimu.Aku
juga mengenakan kalung berliontin Awan agar aku selalu mengingatmu.Semoga kau
senang tanpa kehadiranku.
Salam Maaf dari Sahabatmu,
Lily
Awan kembali merogoh isi surat itu
dan benar saja terdapat kalung berliontin kuncup bunga Lily.Tanpa disadari air
mata Awan mulai keluar dari pelupuk matanya setelah membaca surat terakhir dari
Lily.Awan menggenggam surat dan kalung pemberian Lily dan berlari menuju air
terjun yang Ia dan Lily datangi kemarin.Dengan keras ia berteriak didepan air
terjun, menggenggam kuat surat dan kaling Lily dan terus berteriak.Kini entah
apa yang ada di dalam hatinya.Marah, Kecewa, sedih semua menjadi satu dan karna
hanya satu.Kepergian Lily yang meninggalkannya.
***
“Lily, sore ini kamu ada waktu gak?” tanya Dika kakak kelasnya.Lily
hanya menunduk dan seperti kebiasaannya tersenyum kecil pada setiap lelaki yang
menyapanya.Dia menggelang sesaat dan berkata.
“Afwan yaa akhi, ana
tak punya waktu.Sore ini ana harus berlatih theater bersama grup theater
sekolah” jawabnya lembut pada Dika.Dika hanya tersenyum pahit saat Lily berkata
seperti itu.Sebelumnya juga ia yakin bahwa tawarannya akan ditolak dengan
alasan yang sama setiap kali dia mengajaknya ketemuan di luar jam sekolah, tapi
Dika tak pernah berhenti untuk mengajaknya.
“Baik lah ukhty, ana mengerti”
balas Dika sambil pergi meninggalkannya.Lily hanya tersenyum karna berhasil
membuat Dika membatalkan pertemuan itu.Karna seperti biasa ia lebih memilih
berjalan dengan kameranya.
Sore yang dibalut warna jingga yang
cerah menjadi daya tarik di kota ini, warna jingga matahari dipadu dengan
semilir awan yang berhembus pelan semakin menarik dipandang.Lily menikmati
suasana sore itu, menikmatinya dengan ditemani kamera kesayangannyaKamera yang
dia anggap sebagai sahabatnya itu selalu mengabadikan panorama itu.Hilir mudik
kendaraan di atas jembatan Mahakam semakin menunjukkan betapa padatnya
aktifitas di kota ini,Samarinda.Lily mulai melakukan hobinya, hobi yang dia
lakukan sejak masuk ke lulus SMP telah membawa namanya semakin terkenal dalam
kalangan Fotografer KalTim yang kebanyakan laki-laki itu.
Tak lama lamunan sorenya itu buyar
setelah mendengar adzan dari Masjid Termegah di Asia Tenggara, Masjid Iclamic
Center Samarinda.Ia akhirnya meninggalkan Taman Tepian dan menuju Masjid
Iclamic Center itu.
Sholat Magrib
berjamaah telah Ia laksanakan.Kini Lily ingin melihat hasil fotonya sendari
menunggu sholat Isya.Disaat Ia menuruni tangga tanpa sengaja seorang lelaki menabraknya
hingga membuat Novel-novelnya terjatuh dan Kamera DSLR-nya juga hampir
terjatuh.
“Astagfirullah,Afwan
... Afwan yaa ukhty”kata seorang lelaki lembut meminta maaf.Lily hanya
mengangguk pelan dan tersenyum kecut karna cukup kesal karna lelaki itu hampir
menjatuhkan Sahabatnya.Lily hanya terdiam beberapa saat dan berdiri
setelah mengambil novel-novelnya yang terjatuh dibantu dengan lelaki itu.
”La’a yaa ikhwan, syukron telah membantu ana”katanya
berterima kasih dengan senyuman kecutnya.Setelah merapikan novel dan kameranya,
Lily segera pergi meninggalkan lelaki itu dan hanya menoleh sedikit
padanya.Disaat Lily menoleh padanya dan memperhatikan bola matanya yang berwarna
coklat itu entah mengapa sepertinya Lily pernah melihatnya tapi ... dimana??
Lily akhirnya menghentikan
langkahnya disaat Ia berada di lorong luar Iclamic Center.Sendari menunggu
waktu untuk sholat Isya.Dia duduk seorang diri dan melihat hasil jepretannya
sambil menikmati keagungan Masjid megah ini,apa lagi besok ia sudah harus
kembali menjenjang bangku pendidikannya
di salah satu Madrasah Aliyah-Sekolah agama Islam yang setingkat
dengan SMA.Lily menyandarkan tubuhnya di tiang-tiang Iclamic Center.Disaat Ia
sedang sendiri di lorong sambil melihat foto-fotonya.Tiba-tiba lelaki yang tadi
menabraknya kini berada di sampingnya.Lily terkejut dan hanya terdiam.
“Assalamualaikum, ukhty masih
ingat ana?” Tanya lelaki itu tiba-tiba hingga membuat Lily bingung dan
terkejut.Sejak ia perhatikan bola mata lelaki itu semakin ia ingat pada
seseorang yang entah siapa itu.Lelaki yang membawa tas kamera seperti dia itu
membuatnya penasaran.
“Walaikusallam afwan, akhi
siapa?” tanya Lily.Lelaki itu hanya terdiam sambil tersenyum.Lalu ia mengambil
sesuatu dari dalam tas kamera.Lily memperhatikan benda yang dikeluarkan lelaki
itu dan betapa terkejutnya ia saat benda yang dilihatnya itu adalah kalung
berliontin kuncup bunga tulip.Kalung yang dulu pernah ia berikan pada
sahabatnya,Awan.
“Awan ??” tanya Lily lagi
meyakinkan.Lelaki itu hanya tersenyum.
“Lily, anti berubah
sekarang.Makin cantik dan sholeh” kata Awan sambil tertawa.
“anta juga Awan, anta
semakin gagah dan tentu saja baik anta juga tak pernah melupakan
sahabatmu ini” Kata Lily disambut tawa kecil mereka berdua.
“Sejak kau pergi meninggalkanku aku
jadi kesepian karna hanya kamu yang bisa membuatmu tersenyum dan Ly, sebenarnya
aku ingin sekali mengatakan sesuatu kepadamu.Tapi kau pergi dariku” Kata Awan
sambil menunduk.
“Afwan Awan, apa yang kau mau
katakan padaku dulu.Kau bisa katakan itu sekarang bukan” Lily menjawab.
“Ly, aku ingin sekarang kita ini
bukan sekedar sahabat tapi lebih dari sahabat”
“Maksud kamu ?”
“Lily, kamu mau jadi kekasihku?”
Tembak Awan.
Gadis
berkerudung itu terdiam sesaat sambil menatap mata Awan.lama Lily terdiam dan
lama Awan menunggu jawaban dari Lily.
“Awan, Kau adalah kebahagiaan
terbesarku.Maka dengan Bismillah aku menerimamu” jawab Lily sambil
tertunduk.Awan yang tau dirinya telah diterima itu segera mengecup kening
Lily.Hari ini adalah hari bahagia mereka.
“Tapi, kamu mau kan nerima aku apa
adanya?” tanya Awan meyakinkan.Lily hanya tersenyum.
“Ya Awan, kuterima kau apa adanya”
Jawab Lily.
“kalau begitu kau terima jika tak
lama lagi aku akan meninggalkanmu dan dunia ini” kata Awan yang membuat Lily
heran dan terkejut.
“Kenapa kau berbicara seperti itu?”
tanya Lily tanpa senyum di wajahnya.
“Sejak kau meninggalkanku aku sering
sakit-sakitan hingga pihak dokter menyadari bahwa aku menderita penyakit Kanker
darah atau Leokimia, hal itu juga yang menyebabkan aku berada di sini,Di
Samarinda untuk pengobatanku.Tapi karna penyakitku sudah kronis maka dokter
memfonisku akan meninggal bulan depan.Aku minta maaf Ly karna merahasiakan ini”
jawab Awan.Lily masih tak percaya akan perkataan Awan.Tanpa disadari air mata
gadis itu mulai mengalir di pipinya.
“Awan, aku minta maaf jika
kepergianmu membuatmu seperti ini.Aku benar-benar menyesal Awan.Tapi aku tak
peduli dengan penyakitmu, Aku mencintamu setulus hatiku” jawab Lily meyakinkan
Awan.Air mata Lily semakin mengalir.Awan hanya terdiam sambil mengelap pipi
Lily.Walaupun berat tapi ini yang terjadi.
***
“Awan ... jangan manja,semangat
donk.anta harus transfusi darah hari ini” Jawab Lily sambil menarik
tangan Awan ke ruang Transfusi.
“ana gak mau ukhty, percuma
transfusi kalau penyakit ana juga gak sembuh-sembuh” Balas Awan.Lily
menatap mata Awan tajam sampai akhirnya Awan mengalah.Saat inilah yang menjadi
kebiasaan baru Lily, menemani Awan sampai selesai transfusi darah yang memakan
waktu 24 jam itu.Tapi hari ini berbeda dengan hari biasanya.Karna Kemo Awan
menurun maka Awan harus dirawat di Rumah Sakit.
“Awan makan dulu ya” jawab Lily
sambil menyorongkan sesendok bubur ke mulut Awan menurut walau keadaannya
lemah.Setelah makan Lily mengluarkan album foto didalam tasnya dan
melihatkannya ke Awan.Foto berisi foto mereka berdua itulah yang menjadi
hiburan Awan sejak dirumah sakit.Saat adzan berbunya dan Lily hendak
melaksankan sholat, Tangan Awan menahan tangan Lily.Lily tau jika dia ingin
mengatakan sesuatu padanya.
“Aku ingin sholat juga” kata Awan
lemah sambil tersenyum simpul.Lily yang mendengarnya ikut tersenyum dan mentayamumkan
Awan.Setelah itu mereka Sholat berdua di dalam ruangan itu.Saat membaca Tasyahhud
akhir Lily mendengar dua kalimat syahadat dari mulut Awan.Seketika Lily
yang tengah sholat itu menangis sambil terus membaca Tasyahhud.Ketika
salam ia ucapkan maka alat pendeteksi jantung Awan berbunyi panjang dan
terdapat garis lurus di layar alat pendetaksi itu.Lily menangis sejadi-jadinya
dan langsung memeluka Awan yang sudah tak bernyawa itu.
Sejak kejadian itu,Lily hanya diam
disekolah.Hanya tersenyum simpul dan hanya berkata bila perlu.Kini ia lebih
memilih duduk di belakang sekolah sambil memperhatikan dua kalung yang berbeda
liontin itu.Lily berucap didalam hati Awan, kau sahabatku, Cintaku,dan
Dukaku
Komentar
Posting Komentar