Aku
Ada yang lebih berat dari pada besi, yaitu hati
Ada yang lebih belantara dari pada hutan, yaitu cinta
Ada yang lebih tajam dari pada pedang, yaitu sayang
Ada yang lebih sakit dari pada derita, yaitu suka
Entah sudah berapa kali aku bersabar. Menahan rasa yang
entah ingin kubawa kemana. Mencari jalan keluar yang rasanya sudah buntu oleh
batu kedustaan. Mencari celah agar dapat keluar dari masalah. Tapi berat jika
ia selalu berlari entah kemana.
Aku terlahir buta, tapi mataku dapat melihat. Aku terlahir
bisu, tapi mulutku dapat berbicara. Aku terlahir tuli, tapi telingaku dapat
mendengar. Aku terlahir tanpa kaki, tapi aku bisa berjalan. Aku terlahir tanpa
tangan, tapi aku dapat menggenggam.
Aku melihat dengan hatiku. Aku berbicara dengan air mataku.
Aku mendengar dengan perasaanku. Aku berjalan dengan sayangku. Aku menggenggam
dengan cintaku.
Aku sadar bahwa aku hanyalah makhluk yang hina. Lalai dan
sering lupa. Menduakan dan sering menghina. Bermain hingga sering
mempermainkan.
Apa yang ada didalam hati. Kupautkan pada kertas bisu.
Kugantung di pohon tinggi. Atau kuterbangkan dengan balon yang ada.
Berharap semua kenangan indah, suka, duka, perih, sakit,
cinta, derita, khayalan, harapan, masa depan, dan kesengsaraan. Dapat kubuang
jauh-jauh, berharap bahwa Dewa Uranus dapat membacanya dan memberikan keindahan
tiada tara.
Aku tau itu imajinasi yang konyol, bodoh, gila, aneh, dan
hanya dilakukan oleh orang-orang tidak berilmu. Tapi inilah aku
AKU ....
Gila karna Cinta
Setres karna Ulah
Cemburu karna Sayang
Autis karna Dihina
Jadi karna Mereka
Lupa karna Banyak
Penting karna Mendatang
Diam karna Lelah
Sinis karna Sabar
Malas karna Setan
Jahat karna Emosi
Baik karna Bersama
Jadi karna Mereka
Lupa karna Banyak
Penting karna Mendatang
Diam karna Lelah
Sinis karna Sabar
Malas karna Setan
Jahat karna Emosi
Baik karna Bersama
Komentar
Posting Komentar