Cinta Seorang Fotografer "Chapter 1"

“Aku juga pernah merasakan hal yang sama dengan kamu, kehilangan seorang kakak yang kita sayangi memang berat untuk melepasnya"


            “Zacky, bisakah kau lebih cepat sedikit” teriak Anissa dari lorong Masjid Iclamic Center.
                “Anissa, bisakah kau bersabar sedikit” sahut Zacky disaat sedang membersihkan lensa kameranya sambil berjalan mendatangi Anissa.Anissa akhirnya mengalah dan duduk di lorong Mesjid megah ini sambil menunggu Zacky.
                “Terlalu sekali kau, sejak kapan kau menjadi lamban seperti ini” hentak Anissa setelah Zacky menghampirinya.
                “Gak pernah, tapi tadi kan lagi bersihin lensa kamera jadi ya agak lambat” jawabnya sambil menutup lensa kameranya dengan pelindung lensa.Anissa memukul pundaknya dengan keras karna kesal dengan jawaban Zacky yang simpel.Tak lama Zacky membalasnya dengan menarik batang hidungnya dengan gemas.Seketika, senyum manis di wajah putih Anissa hilang.Zacky hanya tertawa melihat wajah Anissa dan mulai bergurau dengan Anissa padahal dia benar-benar kesal akan tindakan Zacky.
                “Ok Ok ... Afwan Anissa” kata Zacky pada Anissa.Anissa berdiri dan berkacak pinggang didepan Zacky.Zacky tau jika Anissa memang tidak pernah senang jika batang hidungnya ditarik apa lagi oleh seorang laki-laki yang bukan muchrimnya.Anissa akhirnya mengambil tas jinjing kamera Zacky dan lari menuju Menara Asmaul Husna di Mesjid itu.Zacky yang melihat tasnya diambil segera bangkit dan mengejar Anissa.
                “Anissa, kembalikan tasku” teriak Zacky sambil mengejar Anissa.Anissa hanya bisa terus berlari walaupun sebenarnya ia mengalami kesulitan karna harus berlari dengan memakai rok panjang.Zacky akhirnya dapat menarik tangan Anissa dan menghentikan langkah-langkah Anissa.
                “Berikan tasku” kata Zacky sambil terus memegang pergelangan tangan Anissa.Anissa hanya menjulurkan lidahnya mengejek Zacky.Zacky akhirnya memperkuat pegangannya di pergelangan tangan Anissa.Setelah merasa sakit ditangannya Anissa akhirnya melepaskan tas Zacky dan memberikannya pada Zacky.
                “Ok ok ... Nih aku kembalikan tasmu” jawab Anissa sambil memberikan tas Zacky padanya.Zacky akhirnya menerima tasnya tapi masih tetap memegang pergelangan tangan Anissa.
                “Hei .. tasmu sudah kukembalikan,sekarang lepaskan tanganku” pinta Anissa dengan nada kesal.Zacky hanya tersenyum puas melihat wajah kesal sahabatnya itu.Bagaimana tidak semakin Anissa menampilkan wajah kesalnya, semakin imutlah wajah putihnya itu.Anissa menatap Zacky dengan tatapan dingin tanda bahwa ia benar-benar tidak menyukai perbuatan Zacky itu.Tapi Zacky tetap tak melepaskan pegangannya.
                “Zacky Al-Husain , bisakah kau lepaskan peganganmu itu” pinta Anissa dengan nada kesal untuk yang kedua kalinya.Tapi Zacky membalasnya dengan tawa kecil pada Anissa dan menjawab
                “Enak juga ya megang tangan kecilmu ini” jawab Zacky dengan tertawa.Anissa tetap memasang wajah kesalnya walaupun ia ingin ikut tertawa.Wajah kesal Anissa akhirnya meyakinkan Zacky bahwa ia benar-benar kesal atas perlakuannya pada Anissa.Akhirnya Zacky melepas pegangannya di pergelangan tangan Anissa.
Anissa segera memegang pergelangannya untuk menahan rasa sakit yang diakibatkan Zacky karna terlalu kuat menggemgam pergelangannya.Zacky yang melihat pergelangan tangan Anissa segera mendekati Anissa dan meminta maaf padanya.
                “Afwan ... aku terlalu kuat menggemgam tanganmu” kata Zacky sambil menahan diri agar tidak kembali memegang tangan Anissa.Anissa hanya dapat terdiam menahan rasa sakit.Akhirnya Zacky mengajak Anissa duduk di lorong Mesjid itu sambil memulihkan rasa sakit ditangan Anissa.
                Setelah beberapa menit pergelangan tangan Anissa mulai membaik walaupun rasa nyeri masih ada di benaknya.Zacky memberikan sebotol minuman ringan itu pada Anissa.Anissa hanya terdiam sambil memegang botol minuman yang diberikan.Zacky hanya terdiam bingung melihat kelakuan Sahabatnya itu maka iapun bertanya
                “kenapa ?? tak biasanya kamu seperti ini” tanya Zacky pada Anissa sambil memandang Anissa.Anissa hanya terdiam dan tersenyum simpul sambil tetap menunduk dan mulai meminum minuman yang  Zacky beri dan berkata.
                “hanya mengenang almarhum kakakku”jawab Anissa.Zacky hanya terdiam sambil mengerutka dahinya.Selama ini Anissa tak pernah menceritakan perihal saudaranya pada Zacky karena mereka baru sebukan menjadi sahabat.
                “jangan terlalu dikenang entar almarhum gak tenang lagi di alam sana” jawab Zacky sambil menutup tempat minumnya yg berisi lemon teanya itu.
                “Aku tau tapi tak bisa” jawab Anissa sambil tetap menunduk dan sesekali memandang matahari jingga itu.Zacky akhirnya terus memperhatikan tingkah Sahabatnya itu.tak seperti biasanya benak Zacky dalam hati.Tak berselang lama suara Adzan Magrib berkumandang dari Mesjid megah ini.Anissa dan Zacky akhirnya bangkit dari tempat duduknya dan segera menuju tempat sholat.Didalam benak Zacky berharap Anissa ingin menceritakan almarhum kakaknya itu padanya.
                Setelah sholat berjamaah,Anissa dan Zacky kembali duduk di lorong mesjid Iclamic Center sambil menunggu waktu sholat Isya.Zacky kembali memperhatikan tingkah laku Anissa pada hari itu.Sungguh kelakuan Anissa sangat berbeda,yang biasanya ia lebih suka berbicara dan membuat suasana menjadi hangat dengan canda tawa kini menjadi senyuman yang dipaksa dan tak enak untuk dilihat.Setelah sadar bahwa ia sedang diperhatikan oleh Zacky akhirnya Anissa angkat bicara perihal almarhum kakaknya.
                Zacky mendengarkan cerita Anissa dengan baik dan melontarkan kalimat-kalimat motivasi agar Anissa bisa iklash akan kepergian kakaknya itu.Tapi ada yang membuat Anissa cukup terkejut dengan salah satu kalimat yang dilontarkan Zacky.
                “Aku juga pernah merasakan hal yang sama dengan kamu, kehilangan seorang kakak yang kita sayangi memang berat untuk melepasnya”salah satu kalimat yang Zacky lontarkan pada Anissa yang membuat Anissa cukup tercengang tak menyangka.

Komentar

Postingan Populer